Spektrum Warna Persahabatan (Bagian 2)

Bagian 2 : Kuning
merupakan lanjutan dari bagian sebelumnya


            Mereka yang berjalan sendiri akan berjalan lebih cepat, tetapi mereka yang berjalan bersama akan berjalan lebih jauh. Pilihan seringkali hadir di hidup kita, pilihan-pilihan yang memiliki resikonya masing-masing.


            Hari itu tanggal 14 Juni 2017. Di hari sebelumnya telah dilaksanakan pembukaan sekolah perangkat. Hari ini, hari dimana perkumpulan calon medik ini menentukan wajahnya dihadapan orang luar. Menentukan orang yang bisa melambangkan mereka, orang yang dapat menjadi pemersatu mereka agar angkatan calon medik ini dapat bergerak dengan arah dan tujuan yang sama. Setelah melakukan pemilihan, terpilihlah Ibra, seseorang yang akan menjadi muka depan dari angkatan kami. Seseorang yang kami percaya akan menjadi pemersatu angkatan. Saat itu angkatan kami sangat optimis, optimis dengan diklat ini, dengan angkatan kami. Sebuah keinginan untuk terus maju dan terus merangkul satu sama lain. Keinginan yang menurutku bukanlah keinginan satu individu, namun merupakan keinginan bersama. Sebuah keoptimisan yang memancarkan warna kuning. Warna yang memberikan aura optimis dan juga keceriaan didalamnya.


            Sebuah rasa optimis dan rasa semangat baru yang telah diperbaharui. Semangat Ibra yang membara menular keseluruh angkatan kami pada saat itu.
Ibrahim Fadhil saat Pemilihan Ketang


”semoga perubahan kecil ini dapat bermanfaat besar untuk kita semua. Semangat ca-medik!” – Ibrahim Fadhil, EL’16


Sebuah perubahan yang dibawa Ibra menuju angkatan yang lebih baik. Dengan semangat baru, motivasi yang telah diperbaharui, dan penyatu pemikiran yang baru angkatan kami terus maju. Maju dan terus menerima segala pembelajaran yang bisa kami serap dan bukan hanya dari diklat divisi saja, namun pembelajaran yang secara eksplisit maupun implisit dari teman-teman kami. Warna kuning yang terpancar, warna kuning yang sangat terang yang merupakan perlambangan dari semanga dan rasa optimis kami. Sebuah rasa yang juga mengajak kami untuk tetap ceria dan terus merangkul satu sama lain.
Sepanjang minggu ini sampai sebelum libur lebaran, diklat kami jalankan dengan segala suka dan dukanya tersendiri. Seluruh pembelajaran yang kami serap semaksimal kami.

Bersambung.



Tambahan :
Hari itu juga pada malamnya, aku dan teman-teman lainnya mengikuti sekolah perangkat. Sekolah yang nantinya juga akan diceritakan pada bagian selanjutnya karena meninggalkan kesan tersendiri.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Bertemu Tuhan

Malam Penuh Bintang

Samudra Ilmu