Isi dari Kesederhanaan

Salah satu ujung kapal di Pulau Pari

Ketika Tuhan menuangkan cahaya ke dalam dunia
Ia tidak membuang kegelapan
Cahaya itu sendiri bukanlah ketiadaan dari kegelapan
Sebaliknya, kegelapan adalah ketiadaan dari cahaya

Sebuah kesederhaaan yang terkadang terlupakan, sering kali menjadi dasar dari segala sesuatu yang penting. Bahkan, Newton menemukan hukum fundamental dari gravitasi itu sendiri setelah melihat dan merasakan apel yang jatuh bukan? dan sampai saat ini gravitasi itu sendiri masih menjadi dasar dari apa yang kita lihat dan rasakan sampai saat ini. Sebuah kesederhanaan.

Segala hal yang tiba-tiba saja terpikir dari sebuah percakapan sederhana di malam hari terkadang membuatku tertegun "Betapa luasnya dunia ini!". Membuka wawasan hanya dengan sekedar bertukar pikiran mengenai apa yang terjadi beberapa jam kebelakang, berbagi apa yang dirasakan dan secara tak sengaja seperti bisa merasakan apa yang digambarkan. Mungkin, ini apa yang dipikirkan orang pada tahun 1800-an saat radio dan bertukar surat adalah kesederhanaan namun mereka bisa membawakan kemewahan itu pada lawan bicaranya. Lagi-lagi, sebuah kesederhanaan.

Terkadang, segala hal yang terjadi ini membuatku semakin mencintai. Mencintai apapun yang menjadikannya sederhana.

Salam, 
Kalaka Rangga
Bandung, September 2018


Catatan tambahan:
Mungkin sebagian akan bertanya mengapa isi dari tulisan ini kurang relevan dengan gambar yang dicantumkan. Alasannya? tidak tahu. Pikiran teracakku adalah ingin kabur, meninggalkan segala hiruk pikuk ini untuk sekedar mengisi ulang tenaga

dan niat mungkin?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Bertemu Tuhan

Malam Penuh Bintang

Samudra Ilmu